Showing posts with label donor darah. Show all posts
Showing posts with label donor darah. Show all posts

Saturday, July 9, 2016

Benarkah istilah membeli darah?

Oleh Siti Nurrohmah


Ilustrasi dari metrobali.com


P
ada suatu kesempatan, kakak saya yang selesai operasi melahirkan anak keduanya ternyata memerlukan transfusi darah. Ternyata untuk mendapatkan satu kantong darah dari PMI, kami harus mengeluarkan dana sekitar Rp 320.000 waktu itu. Ada anggota keluarga kami yang bertanya-tanya kenapa darah yang diambil gratis dari orang-orang dihargai segitu mahal. Mungkin banyak dari masyarakat yang juga menanyakan hal yang sama.

Nah, agar tidak menimbulkan syak prasangka, lebih baik kita ketahui bagaimana darah dikelola di PMI. Darah yang diambil dari donor, tidak langsung dibiarkan di kulkas begitu saja sebelum digunakan. Dari laman web pmisolo.or.id dijelaskan tahapan pengelolaan darah, diantaranya: pemeriksaan uji saring, pemisahan darah menjadi komponen darah, pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan kococokan darah donor dengan pasien, penyimpanan darah di suhu tertentu. Nah selama proses itu tentu saja dibutuhkan sarana penunjang teknis dan personalia.

Tulisan ini sekaligus untuk mengedukasi pembaca, bahwasannya diperlukan biaya dalam mengolah dan mengelola darah hingga siap pakai. Besaran biaya didasarkan pada Surat Edaran Menkes RI Nomor HK/MENKES/31/I/2014 tanggal 16 Januari 2014 , Surat Edaran Pengurus Pusat PMI Nomor 0144/UDD/I/2014 tanggal 27 Januari 2014, dan keputusan Pengurus PMI Provinsi. Untuk wilayah Solo, besaran biaya didasari keputusan Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah Nomor : 22/S.KP/UKTD.BPPD/VII/2014. Berikut ini daftar biaya pengganti pengolahan darah yang dikenakan bagi resipien darah.



Sumber: pmisolo.or.id



Jadi sebenarnya biaya yang dikeluarkan keluarga pasien bukan untuk membeli darah, namun mengganti biaya pengolahan darah.

Friday, June 10, 2016

Relawan Donor Darah dan PMI, Pahlawan Dulu hingga Nanti

Oleh Siti Nurrohmah

Ilustrasi dari liputan6.com

K
egiatan donor darah merupakan kegiatan menyumbangkan sebagian darah seseorang untuk kemudian digunakan menolong orang sakit yang membutuhkan transfusi darah. Kegiatan donor darah sekarang ini tidak hanya menjadi acara formalitas di sebuah institusi atau komunitas. Beberapa orang menjadikan kegiatan donor sebagai gaya hidup yang dijalani rutin. Hal ini dikarenakan donor darah sangat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain seperti slogan PMI “setetes darahmu kehidupan untuk orang lain”.

Menurut beberapa referensi, manfaat yang didapat dari donor darah antara lain: (1) memperlancar peredaran darah di dalam tubuh, (2) mengurangi kelebihan zat besi di dalam tubuh sehingga memaksimalkan produksi sel darah merah, (3) mengurangi resiko penyakit jantung, hipertensi, dan stroke, (4) membuat badan lebih sehat dan bugar.

P
alang Merah Indonesia (PMI) didirikan pada tahun 1945 bertugas salah satunya untuk memfasilitasi kegiatan donor darah. Donor darah dapat dilaksanakan langsung di kantor PMI atau di stand donor darah pada acara yang diselenggarakan sebuah institusi/ komunitas yang mengundang PMI. 

Sewaktu saya kuliah dulu, organisasi-organisasi mahasiswa bergantian mengadakan donor darah untuk mahasiswa dan dosen. Waktu itu saya ingin mencoba ikut donor darah. Namun saya ditolak karena saya terlalu langsing pada waktu itu. Berat badan saya hanya 41 kg, padahal syarat minimal untuk donor darah adalah 45 kg. Walaupun tidak bisa donor darah, saya tetap membersamai pihak PMI selama donor darah karena saya salah satu panitia donor darah yang diselenggarakan.

Lalu bagaimana cara donor darah?